Logo FAN hires (1)
Previous
Next

“Yo prokonco dholanan neng njobo. Padhang bulan, bulane koyo rino. Rembulane sing ngawe-awe. Ngelingake ojo podho turu sore”

Dulu, lagu Padhang Bulan di atas biasa dinyanyikan anak-anak di daerah Jawa Tengah saat bulan purnama tiba. Tak hanya bernyanyi, melalui lagu-lagu tradisional tersebut, anak-anak juga belajar, bermain, bersosialisasi, dan memupuk jiwa toleransi.

Sayangnya, derasnya arus internet khususnya media sosial seperti sekarang ini membuat sangat sedikit anak-anak kita yang mengenal lagu-lagu tradisional Indonesia. Mayoritas anak-anak lebih kerap menyanyikan lagu-lagu orang dewasa daripada lagu-lagu seusia mereka. Padahal, menyanyi bisa menjadi media penyampai pesan positif untuk anak-anak.

Keprihatinan tersebut menggugah Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (KemenPPA) bersama Forum Alumni Nusantara untuk mengajak anak-anak berkarya dalam gelaran “Kreasi Lagu Anak Indonesia Inklusi” mulai 1 – 31 Oktober 2020. Harapannya, gelaran ini dapat menumbuhkan toleransi anak-anak Indonesia: menerima perbedaan dalam pertemanan tanpa diskriminasi.

Mari, ciptakan lingkungan sosial yang ramah untuk anak-anak berkebutuhan khusus demi terwujudnya Indonesia Inklusi!

Buah jambu dimakan sama sambel terasi

Yuk ikutan Kreasi Lagu Anak Indonesia Inklusi

Malam bulan purnama dengar adik melagu

Karyamu, kami tunggu..

ikasmansatama
ikasmansatama
ikasmansatama
ikasmansatama