Kenali Lebih Dekat Anak difabel
Ilustrasi difabel

Kenali Lebih Dekat Anak difabel

Semua anak dilahirkan unik dan istimewa. Mereka punya kesempatan yang sama untuk berkembang, tak terkecuali anak difabel. Kenali lebih dekat anak difabel berikut ini.

Siapa itu anak difabel?

Anak dikatakan difabel atau berkebutuhan khusus jika ada sesuatu yang kurang atau bahkan lebih dalam dirinya.

Anak difabel memiliki karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya tanpa selalu menunjukkan pada ketidakmampuan mental, emosi atau fisik.

Ada juga yang mengatakan, anak difabel adalah anak yang mengalami keterbatasan atau keluarbiasaan, baik fisik, mental-intelektual, sosial maupun emosional, yang berpengaruh secara signifikan dalam proses pertumbuhan atau perkembangannya dibandingkan dengan anak-anak lain yang seusia dengannya.

Difabel yang merupakan kependekan dari “diference ability” merupakan istilah yang berkembang secara luas dan telah digunakan secara global.

Ilustrasi difabel
Ilustrasi difabel

Tipe-tipe anak difabel

Kauffman & Hallahan (2005) dalam Bendi Delphie (2006) menyebutkan, ada tipe-tipe difabel atau anak berkebutuhan khusus, yakni sebagai berikut.

  1. Tunagrahita (mental retardation) atau anak dengan hambatan perkembangan (child with development impairment)
  2. Kesulitan Belajar (learning disabilities) atau anak yang berprestasi rendah,
  3. Hiperaktif (Attention Deficit Disorder with Hyperactive)
  4. Tunalaras (Emotional and behavioral disorder).
  5. Tuli/ tunarungu wicara (communication disorder and deafness).
  6. Tunanetra atau anak dengan hambatan penglihatan (Partially seing and legally blind)
  7. Autistik
  8. Tunadaksa (physical handicapped)
  9. Anak berbakat (giftedness and special talents).

Pendidikan untuk anak difabel

Karena karakteristik dan hambatan yang dimilIki, bentuk pelayanan pendidikan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan dan potensi anak berkebutuan khusus pun berbeda. Misalnya saja, difabel tunanetra memerlukan modifikasi teks bacaan menjadi tulisan Braille dan difabel Tuli berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat.

Anak difabel biasanya bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) sesuai dengan kekhususannya masing-masing. SLB bagian A untuk tunanetra, SLB bagian B untuk Tuli, SLB bagian C untuk tunagrahita, SLB bagian D untuk tunadaksa, SLB bagian E untuk tunalaras dan SLB bagian G untuk cacat ganda. Meski demikian, sekarang ini semakin banyak berkembang sekolah inklusi, dimana anak-anak difabel bersekolah bersama dengan anak-anak non difabel.

Berkebutuhan khusus bukanlah penyakit yang menular sehingga interaksi dengan ABK tidak akan membawa dampak pada orang lain. Anak difabel dapat tetap bersosialisasi dalam masyarakat.

Bagaimanapun, anak-anak difabel, adalah anak-anak yang memiliki keunikan tersendiri dalam jenis dan karakteristiknya, yang membedakan mereka dari anak-anak normal pada umumnya.
Apriliana Sasanti

Referensi:

https://www.kemenpppa.go.id/lib/uploads/list/b3401-panduan-penanganan-abk-bagi-pendamping-_orang-tua-keluarga-dan-masyarakat.pdf

http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pengabdian/dr-atien-nur-chamidah-mdisst/mengenal-abk.pdf

http://pendidikanabk.blogspot.com/2011/10/definisi-anak-berkebutuhan-khusus.html

Tinggalkan Balasan