Tanya Jawab Bersama Menteri PPPA
Bintang Puspayoga

Tanya Jawab Bersama Menteri PPPA

Berikut ini merupakan tanya jawab seputar pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan anak difabel bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), yakni Ibu Bintang Puspayoga. Tanya jawab ini juga bisa disaksikan di IG TV @inklusihebat dan kanal Youtube: Inklusi Hebat.

Tanya: Apa tugas dari KemenPPA?
Jawab:

“Sesuai dengan Perpres No 65 Tahun 2020, tugas Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pemberdayaan perempuan dan tugas pemerintahan di bidang perlindungan anak untuk membantu presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara.

Berdasarkan Perpres ini, terdapat tambahan fungsi baru lembaga PPPA, yakni penyediaan layanan rujukan akhir bagi perempuan korban kekerasan dan anak yang memerlukan perlindungan khusus terutama pada kasus-kasus yang bersifat lintas provinsi, nasional, lintas negara.

Untuk kasus skala regional, tetap akan dilayani melalui unit UPTDK yang tersebar di berbagai tingkat propinsi, kabupaten, maupun kota.
Dalam melaksanakan fungsi ini, KemenPPA menerapkan tim stategi melalui pengarusutamaan gender, dan hak anak serta pemberdayaan perempuan sebagai aksi afirmasi untuk mempercepat terwujudnya perempuan berdaya, anak terlindungi, menuju Indonesia maju.”

Tanya : Dalam melaksanakan tugas di atas, fungsi apa saja yang diselenggarakan oleh KemenPPA?
Jawab:

“Fungsi yang diselenggarakan oleh KemenPPA meliputi perumusan dan penetapan kebijakan di bidang kesetaraan gender, pemenuhan hak anak, partisipasi masyarakat, perlindungan hak perempuan dan perlindungan khusus anak. Demikian juga koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan kebijakan di bidang kesetaraan gender, pemenuhan hak anak, partisipasi masyarakat, perlindungan hak perempuan dan perlindungan khusus anak.
Koordinasi pelaksanaan penanganan perlindungan hak perempuan dan perlindungan khusus anak, penyediaan layanan rujukan akhir bagi perempuan korban kekerasan dan anak yang memerlukan perlindungan khusus terutama pada kasus-kasus yang bersifat lintas provinsi, nasional, lintas negara.

Dalam melaksanakan fungsi ini, KemenPPA menerapkan tim stategi melalui pengarusutamaan gender, dan hak anak serta pemberdayaan perempuan sebagai aksi afirmasi untuk mempercepat terwujudnya perempuan berdaya, anak terlindungi, menuju Indonesia maju.”

Tanya: Adakah fungsi lain yang diselenggarakan oleh KemenPPA?
Jawab:

“Selain fungsi-fungsi teknis substantif, KemenPPPA juga menyelenggarakan berbagai fungsi peghubung, seperti pengelolaan data gender dan anak, koordinasi pelaksanaan tugas pembinaan dan pengawasan atas pelaksaan tugas di lingkungan KemenPPPA. Pada awal tahun 2020, KemenPPPA memperoleh arahan bahwa presiden untuk melaksanakan kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan yang difokusikan pada 5 prioritas:
•Peningkatan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan
•Peningkatan peran ibu dalam pendidikan dan pengasuhan anak
•Penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak
•Penurunan kerja anak
•Pencegahan perkawinan anak

Arahan Bapak Presiden ini selanjutnya telah dijabarkan dan diintegrasikan ke dalam RPJMN 2020-2024 dengan fokus intervensi pada 3 aspek utama, yaitu: pencegahan, layanan, dan pemberdayaan yang dikhususkan bagi perempuan. Dengan demikian seluruh program dan kegiatan PPPA diarahkan pada berbagai upaya untuk mensukseskan 5 arahan Bapak Presiden “

Tanya: Apa saja kategori anak yang memerlukan perlindungan khusus yang ditangani KemenPPPA?
Jawab:

“Sesuai pasal 59 ayat 2 UU No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU 23 tahun 2002 tentang perlindungan anakk yang dimaksud anak yang memerlukan perlindungan khusus meliputi 15 kategori, yaitu:

  1. Anak dalam situasi darurat
  2. Anak berhadapan dengan hukum
  3. Anak dari kelompok minoritas dan terisolasi
  4. Anak yang dieksploitasi secara ekonomi dan atau seksual
  5. Anak yang menjadi korban penyalahgunaan napza
  6. Anak yang menjadi korban pornografi
  7. Anak dengan HIV/ AIDS
  8. Anak korban penculikan, penjualan, dan atau perdanganan
  9. Anak korban kekerasan fisik dan psikis
  10. Anak korban kejahatan seksual
  11. Anak korban jaringan terorisme
  12. Anak anak difabel
  13. Anak korban perlakukan yang salah dan penelantaran
  14. Anak dengan perilaku sosial penyimpangan
  15. Anak yang yang menjadi korban stigmatisasi dari peradilan terkait dengan kondisi orangtuanya.

Tanya: Apa yang dimaksud dengan anak difabel dan berapa jumlah anak anak difabel?
Jawab:
“Sesuai dengan UU no 8 tahun 2016 tentang penyandang disabilitas yang dimaksud penyandang disabilitas adalah setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan atau sensori dalam jangka waktu lama yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dapat mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartipasi dengan penuh dan efektif dengan warga negara lainnya. Berdasarkan kesamaan hak dimana ragam disabilitas ini meliputi anak difabel: fisik yakni terganggunya fisik berat, intelektual yakni terganggunya fungsi pikir karena tingkat kecerdasan di bawah rata-rata, dan mental yakni terganggunya fungsi pikir, emosi, dan perilaku, dan sensori yakn terganggunya salah satu dari fungsi pancaindera.

Jumlah penyandang difabel menurut data survei penduduk antar sensus tahun 2015 adalah sebanyak 21,5 juta jiwa. Menurut data riset kesehatan dasar tahun 2018 untuk kategori sedang dan berat usia 2-18 tahun sebanyak 2,9 juta jiwa.”

Tanya: Apa saja tantangan terbesar yang dihadapi anak difabel di Indonesia?
Jawab:

“Tantangan yang dihadapi anak anak difabel dalam mendapatkan hak dasar dan perlindungan di Indonesia ada 2 catatan:
1. Ketersediaan aksesibilitas fisik dan non fisik yang belum optimal.
Aksesibilitas fisik. Saat ini berbagai gedung dan akses publik sudah ramah disabilitas meski belum menyeluruh. maka dari itu pemerintah terus berusaha mendorong seluruh pihak untuk menambah aksesibilitas fisik seperti ketersediaan ram atau tangga landai dalam sebuah gedung atau bangunan. dan tersedianya ttoilet yang aksesibel bagi anak anak difabel.
Aksesilitas non fisik berkaitan dengan bagaimana informasi, komunikasi dan teknologi dapat digunakan atau dipahami anak anak difabel. misalnya ketersediaan komputer atau laptop dengan applikasi pembaca layar atauunmedia lainnya yang dimofisikasi khusus sesuai dengan kebutuhan anak anak difabel

  1. Masih adanya stigma dan diskriminasi pada anak anak difabel
    Hal ini tentunya berkaitan dengan cara pandang kita terhadap anak anak difabel. cara pandang dan paradigma yang perlu dimiliki masyarakat, bukan lagi berbasis belas kasihan, melainkan menekankan pada pemenuhhan hak yang setara.”

Tanya: Adakah contoh kegiatan yang diselenggarakan oleh KEMENPPA yang bisa membantu terbentuknya cara pandang positif dan perilaku anak-anak untuk menyayangi temannya yang menyandang disabilitas?
Jawab:

Beberapa kegiatan sudah diselenggarakan diantaranya penguatan peran keluarga oleh para aktivis BATBM di tingkat desa atau kelurahan, pelatihan bagi lembaga masyarakat, pemberian layanan melalui UPTD PPA, Pemberian bantuan spesifik terhadap anak anak difabel, perayaan hari anak nasional yang juga melibatkan anak-anak anak difabel setiap tahunnya, peringatan hari disabilitas internasional dengan menunjukkan kemampuan-kemampuan yang dimiliki anak-anak difabel, serta penyusunan suara anak difabel sebagai wujud penghormatan atas pandangannya dan materi-materi lain yang terkait dengan anak difabel.

Saat ini juga sedang dilakukan proses penyelenggaraan “Kreasi Lagu Anak Indonesia Inklusif” yang bertema “Sayangi Teman, Bagaimanapun Dia.” Ini adalah sebuah lomba untuk seluruh masyarakat Indonesia segala umur untuk membuat lagu yang bisa mendorong berperilaku menyayangi teman-teman termasuk para difabel.

Melalui berbagai kegiatan-kegiatan tersebut saya tentu berharap kita dapat semakin memahami dan memiliki kesadaran serta cara pandang yang positif terhadap anak difabel serta meningkatkan kepercayaan diri anak difabel untuk bersosialiasi dan ikut berperan di lingkungannya.

Tanya: Adakah lagu daerah atau lagu nasional anak-anak yang menyenangkan di masa kecil ibu yang bisa membuat ibu tersentuh?
Jawab:

“Sebenarnya ada banyak lagu anak-anak baik nasional maupun daerah yang masih tersimpan dalam ingatan saya hingga saat ini karena melodi dan pesan yang disampaikan melalui lriik lagu tersebut.


Lagu yang paling terkesan bagi saya adalah lagu anak-anak dari bali yang berjudul “Meong-Meong” yang sering saya nyanyikan untuk memainkan permainan tradisional bersama teman-teman. Dengan gerakan yang mirip dengan gerakan permainan ” Ular Naga Panjangnya” namun dengan menggunakan lagu “Meong-Meong” untuk menangkap salah satu teman yang dianggap sebagai tikus pembuat kerusuhan. Arti dari lagu Meong-Meong dalam bahasa Indonesia adalah: “Kucing, ayo tangkap tikusnya! Tikus itu besar-besar dan gemuk karena dia sering sekali membuat kerusuhan.”

Tanya: Apa pesan Ibu untuk anak-anak Indonesia?
Jawab:

“Anak-anak yang Bunda banggakan, teruslah mencari ilmu dan pantang menyerah untuk membawa perubahan yang baik untuk negeri kita. Keterbatasan bukan menjadi penghalang, melainkan sebuah peluang. Jadikan kelebihan dan kekurangan sebagai kekuatan untuk melengkapi satu sama lain.

Bintang Puspayoga, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak


Masa depan Indonesia berada di tangan kalian. Sayangi, lindungi, dan gandeng teman-teman kita semua untuk melangkah maju bersama tanpa ada yang tertinggal. Janganlah takut untuk menyuarakan ide dan pendapat dimanapun kalian berada, salah satunya melalui organisasi atau komunitas anak dan remajaa di sekitar kalian. Bunda yakin, kalianlah anak-anak Indonesia yang unggul dan berkualitas untuk mewujudkan Indoensia maju.”

(Apriliana Sasanti)

Tinggalkan Balasan